Artikel Assyifa

Oleh : dr. Dena Karina Firmansyah, Sp.JP
Jabatan/Bagian : Spesialis Jantung

Diposting Pada Tgl : 28-09-2020

Strategi Tetap FIT di masa Pandemi COVID-19 untuk Pasien Penyakit


Sejak diumumkan sebagai pandemi global pada 21 Maret 2020 oleh organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO), penyakit virus corona-2019 (COVID-19) telah menimbulkan krisis kesehatan di seluruh dunia. Sebanyak 215 negara telah terdampak oleh pandemi COVID-19 dan lebih dari 5,5 juta kasus telah terkonfirmasi di seluruh dunia. Penyakit COVID-19 disebabkan oleh Novel Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS‐ CoV-2), terutama menimbulkan gejala peradangan paru (pneumonia) dengan gejala ringan sampai berat. Tercatat lebih dari 350.000 kasus kematian di seluruh dunia disebabkan oleh pandemi COVID-19, dan jumlahnya masih bertambah setiap harinya.

Berbagai penelitian dan laporan kasus telah menunjukkan adanya peningkatan risiko kesakitan dan kematian pada penderita COVID-19 yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular. Manifestasi klinis akibat penyakit COVID-19 terhadap sistem kardiovaskular antara lain gagal jantung akut, sindrom koroner akut, kegagalan sirkulasi (syok kardiogenik), gangguan irama jantung (aritmia), serta cedera dan peradangan otot jantung (miokarditis). Semua komplikasi tersebut berpotensi menimbulkan kematian jika tidak tertangani dengan baik. Pada sebuah penelitian di China, ditunjukkan bahwa pasien yang memiliki riwayat Hipertensi, Diabetes, dan penyakit jantung (kardiovaskular) memiliki risiko masing-masing 43%, 19%, dan 10% untuk terjadinya kematian, dan 39% dari kematian tersebut disebabkan oleh gagal jantung akut atau gagal nafas. 

Selain menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, penting pula bagi pasien yang berisiko tinggi tersebut untuk menjaga kebugaran dengan menjalankan pola hidup sehat. Yayasan Jantung Sehat (YJI) mempromosikan akronim SEHAT sebagai strategi untuk memelihara kebugaran, terutama untuk pasien-pasien penyakit jantung dan kardiovaskular. Akronim SEHAT terdiri dari : S (Seimbangkan gizi), E (Enyahkan rokok), H (Hadapi/hindari stress), A (Awasi tekanan darah), T (Teratur berolah raga). 

Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi yaitu mengurangi makanan berlemak jenuh (kurang dari 10% dari menu harian) seperti daging berlemak, produk susu, minyak kelapa, palem, atau minyak sawit.  Memperbanyak konsumsi lemak tidak jenuh dan protein seperti produk dari ayam tanpa lemak, ikan dan kacang-kacangan. Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan, masing-masing setidaknya 200 gram per hari atau 2 sampai 3 porsi per hari. Konsumsi garam disarankan tidak melebihi 5 gram atau 1 sendok teh per hari, dan menghindari produk makanan atau minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan, panguat rasa atau bahan pengawet. Target capaian indeks massa tubuh (IMT) yang disarankan untuk populasi asia yaitu antara 18.5 – 22.9 kg/m2 serta lingkar perut dibawah 90 cm untuk laki-laki dan dibawah 80 cm untuk perempuan.

Konsumsi rokok harus dihentikan, dan sedapat mungkin menghindari stres emosional dengan menjaga keseimbangan antara beban bekerja dan rekreasi, serta menghindari lingkungan sekitar yang bersifat negatif dan tidak suportif. Jika diperlukan, dapat dilakukan konsultasi dengan ahli. Kontrol tekanan darah sangat disarankan untuk dipertahankan setidaknya dibawah 140/90 dan tidak lebih rendah dari 120/70 untuk sebagian besar populasi, kecuali terdapat kondisi khusus. Gaya hidup sehat dapat memelihara kontrol terkanan darah yang baik, namun jika tekanan darah masih sulit terkontrol, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli untuk memperoleh pengobatan, selain mempertahankan gaya hidup sehat. 

Meskipun kondisi pandemi COVID-19 mengharuskan sebagian besar masyarakat membatasi aktivitas diluar rumah, olahraga dan aktivitas fisik tetap harus dilakukan. Pakar rehabilitasi jantung Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Prof, Dr. dr. Budhi Setianto SpJP (K) mengemukakan program Rehabilitasi Jantung Berbasis Rumah (Home-based Cardiac Rehabilitation/ HBCR). Program tersebut menggunakan target detak jantung per menit sebagai indikator untuk melakukan latihan fisik di rumah yang sangat mudah untuk dilakukan sehari-hari. Progam ini disingkat dengan FITT, terdiri dari : Frekuensi: 5-7 x seminggu; Intensitas: ringan-sedang; Time: 30 menit; Tipe: jalan kaki bersemangat (5 km/jam, atau 12 menit/km yang dapat dicapai secara bertahap. Metode ini merupakan resep latihan olahraga sederhana bagi mereka paska serangan jantung, gagal jantung kongesti, dan penyakit jantung lainnya, serta dapat juga diterapkan pada masyarakat umum. Aktivitas dapat dilakukan sambil nonton televisi, menyanyi dan ngobrol biasa dengan keluarga, serta cukup menggunakan ruangan di rumah.

Pada pasien jantung, sasaran penambahan detak jantung saat olahraga adalah 10-50 kali per menit dari detak jantung saat istirahat. Penambahan detak jantung dilakukan secara bertahap 10-20 kali per menit setiap 1 bulan, namun frekuensi detak jantung saat olahraga tidak boleh melebihi 120 kali per menit. Ketika saat olahraga terasa sesak nafas, atau saat berbicara nafas menjadi pendek, hal tersebut pertanda pasien sudah melebihi sasaran rehabilitasi, sehingga intensitas latihan/olahraga perlu dikurangi. Pada masyarakat umum, target penambahan detak jantung dapat disesuaikan asal tidak melebihi 150 kali per menit. Dengan rutin menjalankan pola hidup sehat, dan tetap menjalankan protokol kesehatan, diharapkan dapat menghindarkan masyarakat, khususnya pasien-pasien dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular dan penderita penyakit jantung dari bahaya penularan dan komplikasi akibat paparan COVID-19.

 

Silahkan Berkomentar dengan baik dan sopan

Apakah Anda Mempunyai Pertanyaan?

Untuk Informasi lebih lengkap, Anda dapat menghubungi kostumer service kami 0266-241461/241463

Alamat Jl.Jendral Sudirman No.3 kota Sukabumi 43123
Telp. (0266)22663,241461,241463
Fax. (0266)213433, 223742
Email. rsi_assyifa@yahoo.co.id - pemasaranassyifa@yahoo.com