Artikel Assyifa

Oleh : Tina Octarina, Skep.Ners
Jabatan/Bagian : Komite PPI RSI.Assyifa Sukabumi

Diposting Pada Tgl : 16-07-2020

Panduan penggunaan masker bagi masyarakat dalam mencegah penulara


Penggunaan masker merupakan bagian dari rangkaian komprehensif langkah pencegahan dan pengendalian yang dapat membatasi penyebaran penyakit-penyakit virus saluran pernapasan tertentu, termasuk COVID-19. Masker dapat digunakan baik untuk melindungi orang yang sehat (dipakai untuk melindungi diri sendiri saat berkontak dengan orang yang terinfeksi) atau untuk mengendalikan sumber (dipakai oleh orang yang terinfeksi untuk mencegah penularan lebih lanjut). 

Sifat utama COVID-19 adalah penyakit saluran pernapasan dan spektrum infeksi virus ini berkisar dari orang yang mengalami gejala-gejala bukan saluran pernapasan yang sangat ringan hingga penyakit saluran pernapasan akut berat, sepsis disertai disfungsi organ, dan kematian. Beberapa orang yang terinfeksi dilaporkan tidak mengalami gejala sama sekali. Menurut bukti saat ini, penyebaran virus COVID-19 terjadi terutama antara orang melalui rute droplet (percikan) dari saluran pernapasan dan kontak. Penularan droplet terjadi saat seseorang berada dalam kontak erat (dalam jarak 1 meter) dengan orang yang terinfeksi dan terjadi pajanan droplet saluran pernapasan yang kemungkinan terinfeksi, misalnya melalui batuk, bersin, atau kontak sangat erat dengan orang tersebut sehingga agen infeksi masuk melalui titik-titik seperti mulut, hidung, atau konjungtiva (mata. Dalam situasi dan di tempat di mana dilaksanakan prosedur yang menghasilkan aerosol, penyebaran airborne (melalui udara) virus COVID-19 dapat terjadi. 

Banyak negara telah merekomendasikan masyarakat umum untuk menggunakan masker kain/penutup wajah

1) Tujuan masker digunakan adalah mencegah pemakai yang terinfeksi menyebarkan virus kepada orang lain (pengendalian sumber) dan/atau memberikan perlindungan kepada pemakai yang sehat terhadap infeksi (pencegahan) 

Manfaat penggunaan masker oleh orang sehat di masyarakat umum meliputi: 

1. Penurunan kemungkinan risiko pajanan dari orang yang terinfeksi sebelum mengalami gejala; 

2. Penurunan kemungkinan stigmatisasi orang-orang yang mengenakan masker untuk mencegah infeksi kepada orang lain (pengendalian sumber) 

3. Membuat orang merasa dapat mengambil peran dalam membantu menghentikan penyebaran virus 

4. Mengingatkan orang untuk mematuhi langkah-langkah lain (seperti menjaga kebersihan tangan, tidak menyentuh hidung      dan mulut). 

5. kemungkinan manfaat sosial dan ekonomi. Di tengah kekurangan global masker bedah dan APD, mendorong masyarakat untuk membuat masker kain sendiri dapat mendorong usaha pribadi dan kesatuan masyarakat.

Selain itu, produksi masker nonmedis dapat menjadi sumber pendapatan bagi orang-orang yang dapat membuat masker di komunitasnya. Masker kain juga dapat menjadi bentuk ekspresi budaya, sehingga mendorong penerimaan meluas akan langkah-langkah perlindungan secara umum.

Jika digunakan kembali secara aman, masker kain akan mengurangi beban biaya dan limbah serta berkontribusi pada keberlanjutan. 

Jika masyarakat umum direkomendasikan untuk mengenakan masker, maka harus dilakukan langkah berikut : 

• Mengomunikasikan dengan jelas tujuan pemakaian masker, di mana, kapan, bagaimana, dan jenis apa masker yang harus dipakai. Jelaskan hasil yang diharapkan dan yang tidak diharapkan dari pemakaian masker dan mengomunikasikan secara jelas bahwa langkah ini adalah bagian dari serangkaian langkah yang mencakup menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak fisik, dan langkah -langkah lain yang semuanya perlu dan saling memperkuat;

• Menyampaikan informasi tentang/melatih orang tentang kapan dan bagaimana cara menggunakan masker dengan aman 

• Mempertimbangkan seberapa memungkinkan masker dapat digunakan, permasalahan persediaan/akses, serta penerimaan sosial dan psikologis (akan orang yang memakai dan orang yang tidak memakai jenis-jenis masker dalam konteks yang berbeda-beda); 

•  Terus mengumpulkan data dan bukti ilmiah tentang efektivitas penggunaan masker (termasuk berbagai jenis dan model serta penutup wajah lain seperti syal) di tempat selain pelayanan kesehatan; 

• mengevaluasi dampak (positif, netral, atau negatif) penggunaan masker di masyarakat umum (termasuk dari sudut pandang ilmu perilaku dan sosial). 

Panduan dan pertimbangan praktis untuk produksi dan pengelolaan masker nonmedis ;

Pemilihan kain

1) Pilih bahan yang menangkap partikel dan droplet tetapi tetap mudah digunakan untuk bernapas.

2) Hindari bahan yang elastis untuk membuat masker karena efisiensi filtrasinya saat digunakan lebih rendah dan karena sensitif terhadap pencucian dengan suhu tinggi. Kain yang dapat bertahan di suhu tinggi (60°C atau lebih) lebih disarankan.

B. Konstruksi masker

1) Jumlah lapisan minimal adalah tiga lapis, tergantung kain yang digunakan: lapisan dalam yang menyentuh mulut dan lapisan luar yang terpapar ke lingkungan.

2) Pilih bahan atau kain yang menyerap air (hidrofilik) untuk lapisan-lapisan dalam sehingga dapat langsung menyerap droplet, dan dikombinasikan bahan sintetis yang tidak mudah menyerap cairan (hidrofobik) untuk lapisan luar. 

Pengelolaan masker

1) Satu masker hanya dapat digunakan oleh satu orang. 

2) Semua masker harus diganti jika kotor atau basah;

masker yang basah tidak boleh digunakan untuk waktu yang lama. 

3) Lepaskan masker tanpa menyentuh bagian depan masker dan jangan sentuh mata atau mulut setelah melepaskan masker

4) Simpan masker di kantong yang dapat ditutup rapat sampai masker dapat dicuci dan dibersihkan. Setelah itu, segera bersihkan tangan

5) Masker nonmedis harus sering dicuci dan ditangani dengan hati-hati, agar tidak mengontaminasi barang lain. Jika menggunakan kain pakaian untuk membuat masker, suhu pencucian tertingginya harus diperiksa sesuai yang tertera di label pakaian.

Spunbond polipropilena tanpa tenun dapat dicuci di suhu yang tinggi, hingga 140°C. Kombinasi spunbond polipropilena tanpa tenun dan katun dapat menoleransi suhu tinggi; masker yang terbuat dari kombinasi ini dapat dicuci dengan cara diuapi atau direndam dalam air mendidih.

6) Jika air panas tidak tersedia, cuci masker dengan sabun/detergen dalam air bersuhu ruangan, kemudian rendam masker dalam air mendidih selama satu menit ATAU  rendam masker dalam larutan 0,1% klorin selama satu menit kemudian bilas masker dengan air bersuhu ruangan

(sumber : Anjuran mengenai penggunaan masker dalam konteks COVID-19 Panduan interim ,5 Juni 2020- WHO)

 

 

Silahkan Berkomentar dengan baik dan sopan

Apakah Anda Mempunyai Pertanyaan?

Untuk Informasi lebih lengkap, Anda dapat menghubungi kostumer service kami 0266-241461/241463

Alamat Jl.Jendral Sudirman No.3 kota Sukabumi 43123
Telp. (0266)22663,241461,241463
Fax. (0266)213433, 223742
Email. rsi_assyifa@yahoo.co.id - pemasaranassyifa@yahoo.com