Artikel Assyifa

Oleh : Dra. Rati Badriyati, S.Psi
Jabatan/Bagian : Psikolog Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi

Diposting Pada Tgl : 16-10-2020

Sehat Jiwa Di Masa Pandemi


Bosan…bosan…kapan berakhirnya pandemic covid 19 ini..???. Bosan suatu keadaan emosional atau psikologis yang dialami seseorang dibiarkan tanpa sesuatu yang khusus dilakukan, dan tidak tertarik pada lingkungan atau merasa bahwa hari atau masa periode membosankan.

Kebosanan mendekati kemalasan,dan kemalasan mendekati kemiskinan, kemiskinan mendekati kekufuran atau ketidakbersyuran kepada Maha Penguasa Alam Jiwa dan Semesta Ini selaluyaitu Allah SWT. Oleh karena itu, saya mengajak untuk senantiasa memanfaatkan secara bijak kebosanan ini agar senantiasa mengingat Allah SWt sebagai pemegang dan pengendali Psikologis diri sendiri (nafs atau jiwa). Dengan mengingat Allah SWT maka Tenanglah hati kita (QS: Ar-Rad:28),” orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.

             Secara psikologis, bosan itu keadaan emosi yang normal, dan dilihat secara subyektif oleh individu masaing-masing. Kebosanan bentuk perilaku yang dapat dilihat dari eksprei dan suasana hati. Ekspresi bosan itu seperti “ahh ini begini, begini terus, ahhh...jadi malas, gak enak karena kegiatandi rumah hanya itu-itu saja, idak ada seninya, tidak ada yang baru dan pemandangan yang dilihat hany HP, laptop, dapur, masak, kapan yah..adanya rekreasi yang akan membuat ubuh kita rileks karena dengan refreshing yang biasa terkait dengan jalan-jalan yang emmenadang keindahan baru dari pemandangan alam saat dilalui berkendaraan kita. Jika kebosanan ini kita sadari lebih awal dan itu membuat diri kita bergerak dan melangkah untuk mencari hal-hal baru tentunya akan membuat diri kita menjadi segar dan sehat secara jiwa. Hal ini bagi individu yang berkaraktek tenang dan damai dengan dirinya sendiri.

           Berbeda halnya saat dihadapi bagi individu yang bersifat ingin segera, dan ada pemaksaan atau tidak sabaran, tentu akan menimbulkan stress. Saudaraku dan sahabat spikologis, Stress itu normal yah... setiap orang yang mengalami stress itu normal.  “segera” dan Paksaan itu normal. Hanya saja, di satu sisi lainnya dalam jiwa kita ada aspek psikologis lain yaitu “self controling” kemampuan individu memiliki untuk mengendalikan diri. Pengendalian ini berfungsi sebagai “rem”. Misalnya saat kita memaksakan kehendak dan memaksakan diluar nalar dan keterbatasan kita yang bersifat negatif dan berdampak buruk bagi diri kita dan orang lain, tentunya “rem” ini sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, saat stress jika “rem” nya blong, maka akan terjadi kecelakaan, kalau dalam psikologi, maka akan membuat “jiwa kita sakit” maksudnya apa stress yang akan mengarah ke abnormal yaitu yang sangat mengganggu kehidupannya dan tidak bisa atau bahkan lambat menyesuaikan diri (adaptasi) dengan hal-hal baru di lingkungannya.  Karena aspek kenormalan dalam psikologi, salah satunya kemampuan individu menyesuaikan diri di lingkungan secara rasional atau nalar dan secara emosional.

“Sehat Jiwa secara psikologi saat menghadapai emosi kebosanan dan bagaimana menghadapi kebiasaan baru agar lebih baik penyesuaian diri dan sehat fisik dan psikologis”. Menurut Dodgen-Magee, Kebosanan mengajarkan banyak hal, sangat bermanfaat saay menghadapi pandemi covid 19, dimana "Rasa bosan memiliki kekuatan untuk mengurangi rasa cemas terutama mengenai kehilangan. Bagi diri yang karakter tenang ini nampaknya akan menjai hal positif, namun bagi yang karakter tegang (memaksakan segera) akan menjadi hal negatif dan semakin gelisah. Oleh karena itu, Sadarilah terlebih dahulu, atau kita senantiasa “engngeh: atau sadar bahwa bosan ini dimaknai sebagai kecemasan atau ambil hikmah dari segala yang dialami yaitu kehilangan sesuatu. Rasa bosan juga memberikan kekuatan untuk mengembangkan kapasitas untuk lebih menghargai diri sendiri apa adanya. Hal ini, bisa dilakukan bagi karakter yang tenang dan tegang, yaitu dengan erenngkan apa yang pantas untu kita hargai tentungan penghargaan diri kita berikan untuk diri kita sendiri bukan karena orang lain semata. 

Kebosanan juga memberikan waktu untuk diri sendiri

Menurut David Barbour, rasa Bosan berarti kita memiliki waktu luang yang bisa kita lakukan untuk memberi kesenangan kepada diri sendiri, dengan bermain game misalnya.

 Dalam arti lain, gunakan kebosanan sebagai waktu luang yang dapat Anda habiskan dengan cara apa pun yang Anda inginkan, membaca buku, melakukan hobi baru, dan lainnya.

 Artinya lungkan waktu kita sendiri untuk lebih menggali kemampuan atau bakat terpendam kita dengan memfasilitai diri dengan hal-hal sederhana, dengan waktu yang luang dan lakukan dengan santai. Karena semua dilakukan dengan senang, enjoying, dan dilakukan dengan bertahap dan santai akan membuat kita lebih fokus, lebih konsentrasi dan saat inilah kita akan merasa puas karena setiap langkah yang kita lakukan kita nikmati. Jika saudara engalami kebalikan, maksudnya membuat diri sendir menjadi marah-marah karena terpaksa, lebih baik tinggalkan dan hentikan kegiatan tersebut, meskipun dirinya kuasai ataupun minati.

Kebosanan dapat membantu Anda memproses emosi yang rumit

"Kebosanan adalah cara Anda untuk membiarkan perasaan atau keinginan untuk melakukan sesuatu hal," Di sinilah fungsi “self controling”berlaku, dimana diri kitalah mengambil kendali, dalam arti bahwa terserah diri kita sendiri untuk menemukan solusi dan ide untuk apa yang harus dilakukan dengan waktu yang diri kita sendiri punya tersebut.

Menurut Leikam, rasa bosan dapat menjadi kesempatan yang bagus untuk memproses emosi d iri dan mengajarkan diri kita untuk merasa nyaman dan percaya diri mengatasi emosi-emosi ini. Emosi bosan yang sudah kita sadari dan rasakan suatu hal yang akan mengeksplor diri kita menuju rasa nyaman,dan rasa nyaman inilah yang akan membentuk rasa percaya diri, dan rasa percaya diri inilah yang akan membangkitkan diri kita menyesuaikan diri dengan keberanian diri untuk senantiasa mencoba dan berlatih menyesuaikan kebiasaan baru, dan senantiasa bertanggung jawab dari apa yang sudah kita perbuatan dan lakukan demi kebahagian diri kita saat menyesuaikan diri pada kebiasaan baru di masa pandemi covid 19.

Jadilah jiwa dan mental psikologis yang sehat. Allah Ridhoi dan Barokalloh. Amiin

 

Silahkan Berkomentar dengan baik dan sopan

Apakah Anda Mempunyai Pertanyaan?

Untuk Informasi lebih lengkap, Anda dapat menghubungi kostumer service kami 0266-241461/241463

Alamat Jl.Jendral Sudirman No.3 kota Sukabumi 43123
Telp. (0266)22663,241461,241463
Fax. (0266)213433, 223742
Email. rsi_assyifa@yahoo.co.id - pemasaranassyifa@yahoo.com